Member Area

Gadged Multi Fungsi

Formulir Kontak

KONTAK KAMI

Silahkan isi formulir di bawah ini untuk menghubungi kami

Name

Email

Message

Sugestibilitas dan Responsifitas


SUGESTIBILITAS & RESPONSIFITAS
Manual Praktek Hypnosis dan Gendam Rajadewa

SUGESTIBILITAS dan RESPONSIFITAS
Jika dalam Hipnotis ada istilah Sugestibilitas, maka dalam Gendam Rajadewa ada istilah Resposifitas. Apa bedanya?

Sebelum membahas perbedaannya, maka kita bahas dulu apa itu Sugestibilitas & Responsifitas.

Sugestibilitas
adalah tingkat kemampuan seseorang dalam menerima Sugesti. Apakah dia mudah dihipnotis, apakah dia mudah menerima sugesti, apakah dia ko'operatif, dll. Itu tergantung Type Sugestibilitasnya.

Responsifitas
adalah sensitivitas atau kepekaan seseorang dalam menerima stimulus sugesti dan energi. Apakah dia mudah dan Peka dalam merasakan Energi, Apakah dia mudah digendam, apakah dia mudah menerima sugesti energi, dll. Itu tergantung Type Responsifitasnya.

Sekilas definisinya seolah sama saja. Namun ada sedikit pebedaan mendasar di antara keduanya.

Sugestibilitas adalah istilah yang umum digunakan dalam ilmu Hipnotis Modern dan hanya terkait dengan Sugesti Verbal.

Sedangkan Responsifitas terkait dengan semua jenis sugesti. Baik sugesti verbal, non verbal, dan sugesti energi.

Itu perbedaan antara Sugestibilitas & Responsifitas.



TYPE SUGESTIBILITAS
Menurut SHSS (Stanford Hypnotic Suceptibility Scale), sebuah hasil penelitian yang dikembangkan oleh Ernest Hilgard. Dijelaskan bahwa tingkat sugestibilitas manusia itu dibagi menjadi 3 kategori (Type), yaitu :
1. Mudah (10%)
2. Moderat (85%)
3. Sulit (5%)

Artinya, seumpama ada 100 subjek hypnosis. Maka dari 100 orang ini. Yang 10 orang adalah bertype mudah menerima sugesti atau mudah dihipnotis. Sedangkan yang 85 orang adalah type sedang/menengah/moderat. Dan yang 5 orang adalah type Sulit dihipnotis.

TYPE RESPONSIFITAS
Istilah Type Responsifitas adalah istilah baru yang saya berikan untuk mengkategorikan type responsifitas manusia. Dan karena dalam teori responsifitas ini juga mencakup type sugestibilitas. Maka untuk lebih memudahkan. Saya membagi Tingkat Responsifitas ini menjadi 3, mirip dengan SHSS.

Type Responsifitas dibagi 3, yaitu :
1. Physical Responsif.
2. Emotional Responsif.
3. Rational Responsif.

Physical Responsif artinya kepekaan yang bersifat fisik. Orangnya Mudah menerima stimulus/sugesti. Cirinya, begitu ada stimulus langsung dikerjakan. Tanpa difikir dulu.

Emotional Responsif artinya bersifat emosional atau berbasis perasaan. Perilaku orang jenis ini sangat tergantung pada situasi emosinya. Terkadang mudah, terkadang juga sulit. Statusnya Moderat atau ada di tengah-tengah antara Mudah dengan Sulit, antara Physical dengan Rasional.

Sedangkan Rational Responsif adalah Type orang yang dominan rasionalnya. Type Banyak Mikir. Segala sesuatu harus dipikir dulu. Dianalisa dulu, dipertimbangkan dulu, dll. Cirinya, kalau ada stimulus dia pasti Mikir dulu, baru bertindak.



TEST SUGESTIBILITAS
adalah cara atau tekhnik yang digunakan untuk mengetahui type sugestibilitas seseorang.

Selain untuk mengetahui Type sugestibilitasnya, Tekhnik Induksi yang digunakan dalam Tes sugestibilitas juga berfungsi untuk :
  1. Hypnotic Training, melatih kemampuan subjek dalam menerima sugesti sehingga level sugestinya naik menjadi lebih mudah.
  2. Trance Training, meningkatkan kemampuan subjek dalam memasuki kondisi Trance dengan lebih mudah.
  3. Memudahkan penghipnotis dalam menentukan strategi induksi yang akan digunakan.
  4. Experiential Hypnotic Learning, memberikan pengenalan dan pengalaman langsung kepada subjek mengenai Hypnosis. Sehingga :
    • Mau menerima sesi selanjutnya.
    • Menghilangkan ketakutan subjek pada hypnosis.
    • Lebih percaya pada penghipnotis.
    • Dan lebih yakin akan keberhasilan proses hypnosis yang sedang berlangsung.


TEKHNIK INDUKSI TES SUGESTIBILITAS
Cara melakukan Tes Sugestibilitas adalah dengan menggunakan Tekhnik Induksi Waking Hypnosis.

Waking Hypnosis artinya Hypnosis Tanpa Tidur.

Semua dan apapun saja tekhnik induksi hipnotis yang dilakukan dengan tidak melibatkan kondisi "Tidur Hypnosis". Maka itu bisa digunakan sebagai cara untuk melakukan tes sugestibilitas.

Target Indukai Waking Hypnosis adalah untuk :
  1. Memunculkan Fenomena Hipnotic
  2. Menggeser kesadaran subjek. Dari sadar normal menjadi Dominan Bawah Sadar.
  3. Elisitasi & Amplify elemen bawah sadar. Misalnya menggali memori lebih dalam ke masa lalu atau melipat gandakan intensitas emosinya, dll.
Contoh Fenomena Hypnotic yang menjadi Target Tekhnik Induksi Tes sugetibilitas :
• Mata Lengket
• Tangan Kaku
• Jari Kaku
• Telapak tangan lengket satu sama lain.
• Ibu jari dan jari telunjuk lengket.
• Telapak tangan lengket di meja.
• dll.

Menentukan Type Sugestibilitas.

Type Mudah / Type Physical
Tekhnik induksi apapun yang diberikan padanya akan berhasil dilaksanakan dengan baik.

Type Moderat (Type Emotional)
Subjek hanya berhasil melaksanakan sebagian saja. Misalnya, dilakukan 5 kali tes. Maka dia bisa lulus 2 tes dan gagal 3 tes. Hasil bervariasi untuk tiap individu.

Type Sulit (Type Rasional)
Subjek gagal melakukan tes apapun yang diberikan padanya.

Test sugestibilitas diperlukan untuk :
  1. Menentukan strategi dalam menentukan Skenario (Frame) suatu sesi hypnosis.
  2. Menentukan strategi tekhnik induksi apa yang akan dilakukan.
  3. Menentukan strategi terapi yang tepat untuk klien.
There Is No Failure Only Feedback
Tidak ada kata gagal dalam hypnosis ataupun gendam. Yang ada adalah feedback.


MENENTUKAN FRAME HYPNOSIS
Untuk subjek Type Mudah dihipnotis. Dia bisa digunakan dalam Sesi Pemainan Hipnotis ataupun permainan gendam.

Sedangkan untuk subjek type moderat ataupun yang type sulit. Mereka sama sekali tidak cocok untuk dilibatkan dalam skenario permainan hipnotis.

STRATEGI TREATMENT
Perawatan ataupun terapi untuk subjek bertype mudah. Dapat dilakukan dalam kondisi Waking Hypnosis ataupun Sleep Hypnosis.

Sedangkan untuk type moderat dan sulit. Lebih cocok menggunakan tekhnik sleep hypnosis.

Khusus untuk type Rasional. Puaskan dulu ego dan sisi intelektualnya dengan memberikan edukasi yang cukup. Sedemikian hingga dia menjadi lebih ko'operatif.

Catatan :
  • Anak-anak
    di bawah usia 15 tahun atau tingkat Sekolah SMP ke bawah. Rata-rata semua masih bertype mudah (physical). Kecuali hanya beberapa anak tertentu saja.

  • TYPE FILTER KHODAM.
    Beberapa orang memiliki Khodam Gaib yang membuatnya sulit memasuki kondisi Deep Trance. Sehingga yang seharusnya orang ini bertype Mudah, menjadi sulit dibawa masuk ke dalam kondisi hypnosis yang sangat dalam.

    Untuk Type yang seperti ini, maka perlakukan seperti orang yang bertype rasional. Kasih edukasi dulu dan ajak bicara baik-baik agar dia mau kerja sama dengan baik sehingga proses Terapi dapat berlangsung. Jika masih kesulitan, maka ajari dia tekhnik Self Healing, agar dia melakukan penyembuhan pada dirinya sendiri. Pada prinsipnya, orang seperti ini mudah diajak kerja sama asalkan sudah diberikan pengertian dan pemahaman.


TES RESPONSIFITAS
Adalah tekhnik atau cara untuk menentukan sugestibilitas dan responsifitas (kepekaan) klien terhadap pengaruh suatu stimulus, sugesti, atau Energi.

Tata Cara Tes Sugetibilitas yang menggunakan Sugesti Verbal sudah saya berikan dalam tulisan sebelumnya.

Sekarang akan saya jelaskan lebih dalam mengenai Tes Responsifitas yang menggunakan sugesti energi.

CEK RESPONS
Untuk melakukan Tes Responsifitas yang menggunakan sugesti energi. Ada 2 langkah yang kita lakukan, yaitu :
  1. Tes Pemancaran Getaran.
  2. Cek Respon Target/Subjek. Bisa dilihat dari perubahan Sikap, Tindakan, Perilaku, dan perubahan halus (mikro) yang ada di area wajah, permukaan kulit, dan tubuh.
Langkah dalam Cek Respons Target ini juga berlaku dalam Sesi Tes Sugestibilitas (Tes Induksi Hipnotis yang berbasis sugesti verbal & Non Verbal). Jika Tes Cek Respons dalam Gendam menggunakan Getaran Energi (Resonansi Vibrasi). Maka Cek Respons dalam Hipnotis menggunakan Sugesti Kata-kata (Induksi).

Sesi Formal Gendam
Sesi formal artinya suatu sesi yang diadakan secara resmi. Penggendam dan subjek sama-sama tahu, saling bekerja sama, dan sepakat. Misalnya dalam acara :
• Kelas hipnotis/gendam.
• Pelatihan tenaga dalam.
• Penyembuhan energi,
• Terapi Ruqyah.
• Seminar.
• Sekolah.
• Pengajian.
• Permainan Hipnotis panggung.
• dll.

Dalam Sesi Formal, Gunakan tes kepekaan energi untuk menentukan responsifitas subjek.

Jika :
  • dia mudah merasakan energi. Bahkan energinya cenderung sangat terasa, meluap-luap, dan seolah-olah bisa meledak lepas kontrol.
  • Bisa terdorong dan terpental saat tes tenaga dalam.
  • Bisa melihat aura energi, bisa melihat makhluk imajiner seperti jin, demit, tuyul, atau Hantu.
  • dll.
Maka dia Type Mudah (Physical). Atau bisa juga disebut sebagai Type Spiritual. Karena orang seperti ini memiliki bakat bawaan untuk mengembangkan ilmu supranatural dan spiritual yang lebih tinggi.

Untuk Type Moderat (emotional), kepekaannya cenderung ringan dan tipis-tipis saja.

Sedangkan untuk type rasional, kepekaannya cenderung sangat tipis. Seolah-olah tidak bisa merasakan energi sama sekali.



Sesi Non Formal Gendam
Dalam sesi non formal. Subjek tidak tahu bahwa dia menjadi target Hipnotis/Gendam.

Dalam ilmu Hipnotis, tekhnik yang digunakan dalam sesi ini biasanya menggunakan tekhnik Covert Hypnosis (hypnosis terselubung). Dengan cara :

Distraksi, Mengalihkan perhatian.
Trick ini biasanya sering dilakukan oleh para pesulap, pencuri, politikus, dan penipu. Memancing perhatian subjek ke arah lain, sementara dia tidak waspada ketika sisi lainnya diserang.

Overload Message, Membanjiri dengan berbagai stimulus, sugesti, & informasi. Sedemikian hingga subjek menjadi lengah dan sugesti mudah masuk. Misalnya seperti yang dicontohkan dalam tekhnik Pukau. Menggunakan 4 pertanyaan dan beberapa sentuhan untuk membuat subjek bingung, baru kemudian di sugesti.

Menggunakan Pola Bahasa Hypnotic.
Cara ini diajarkan dalam kelas NLP. Dalam berbagai artikel dan buku NLP, pola bahasa hypnotic juga sudah banyak ditulis.

TES INFORMAL GENDAM
Tes Informal Gendam (Non Formal Gendam) dilakukan dengan cara mempengaruhi target menggunakan pemancaran sugesti energi, Telepati, Visual Mind Projection, dan Sabda.

Pemancaran Sugesti energi bisa dilakukan dengan :
1. Imajinasi & Visualisasi
2. Tatapan Mata
3. Tiupan nafas
4. Isyarat Gerakan Tangan
5. Media minuman & makanan.
6. Sentuhan.

Menentukan Type Responsifitas dengan Sabda Gendam.

Tekhnik ini hanya bisa dilakukan oleh mereka yang sudah sering melakukan Praktek sabda di tempat umum (warung, cafe, restoran, jalanan, terminal, dll.) Dan sudah memiliki pemahaman dan kesimpulan akan rasio efektifitas sabda.

Tata Cara :
Pancarkan Sabda pada target, setelah kena, lakukan lagi pemancaran Sabda. (2x sabda berturut-turut).

Type Phsycal (Mudah)
Dia akan terpengaruh oleh pemancaran 2x sabda.

Type Emotional
Dia hanya terpengaruh oleh salah satu sabda.

Type Rasional
Sama sekali tidak terpengaruh.


TEKHNIK SABDA GENDAM
Seperti yang sudah saya sampaikan, bahwa tidak ada yang namanya kegagalan dalam hipnotis dan gendam. Yang ada adalah feedback.

Nah, setelah kita mengetahui type responsifitas target. Langkah selanjutnya adalah menentukan tekhnik gendam apa yang akan digunakan.

Sebelum itu, kita bahas dulu mengenai Cara Melakukan Sabda.

Ada 2 Cara Sugesti energi (Sabda).

1. Petak (Bentak).
Gunakan sabda satu kata, kalimatnya sederhana/simple, dan katakan dengan tegas dalam hati. Seperti komandan kasih perintah ke bawahan. Keras, Jelas, & Tegas. Bahkan terkesan seolah-olah sedang membentak.

2. Persuasif & ilusif
Gunakan kalimat yang lebih halus, boleh lebih dari satu kata, berisi rayuan, & bisikan lembut. Juga imajinasikan dalam pikiran anda, reaksi dan respon apa yang anda harapkan dari target. Dan kemudian kirim gambar imajinasi tersebut ke dalam pikiran target.



CARA SABDA GENDAM
Pertama, pastikan bahwa kesadaran anda sudah masuk dalam kondisi Trance Ringan. Bisa dengan cara baca mantra, tekhnik nafas kedut, kesadaran energi, dll.

Kedua :
Perluas kesadaran. Bentuk domain energi yang meliputi anda dengan target. Kemudian, imajinasikan ada tali energi yang menghubungkan antara anda dengan target.

Selanjutnya lakukan sabda sesuai type responsifitas.

• Type Mudah (Physical)
Gunakan tekhnik Sabda Petak. Dan setelah dia terpengaruh. Dekati dan gunakan tekhnik induksi hypnosis.

• Type Moderat (Emotional)
Gunakan Tekhnik Sabda Persuasif & ilusif. Jangan langsung eksekusi dengan sugesti tujuan utama. Tapi tanamkan dulu pengaruh dan bikin dia nyaman dengan anda.

Lakukan berulang-ulang dalam beberapa pertemuan.

Sambil melihat atau berbicara dengannya. Dalam hati dan pikiran anda pancarkan terus menerus sugesti energi (sabda).

Sambil melihat atau berbicara dengannya. Proyeksikan terus ke dalam pikirannya, imajinasi dan visualisasi anda.

Sambil melihat atau berbicara dengannya. Pancarkan terus getaran perasaan yang baik pada perasaannya.

Sedemikian hingga hubungan anda dengannya semakin dekat. Setelah anda merasa tidak ada lagi hambatan atau pagar yang menghalangi antara anda dengan target.

Barulah sugesti tujuan utama dapat mulai dipancarkan.

• Type Sulit (Rasional)
Tata caranya sama dengan type menengah. Hanya prosesnya saja yang lebih lama.

Kunci Sukses dalam Proses Hipnotis dan Gendam untuk subjek yang memiliki Type Moderat (Emotional) dan Type Sulit (Rasional) adalah :
1. Repetisi (pengulangan).
2. Interaksi aktif.
3. Komunikasi & Persuasi

••

Kesimpulannya :

GENDAM GERAK CEPAT
Untuk Gendam Gerak Cepat alias instan. Hanya bisa dilakukan pada target bertype Mudah (Physical).

Itu sebabnya, dalam kasus kejahatan gendam. Tidak semua orang bisa dijadikan target.

Penggendam memilih dulu siapa yang bisa menjadi korban.

Karena Kejahatan Gendam termasuk jenis Gendam Gerak Cepat. Jadi, mereka harus jeli dalam memilih target kalau tidak mau gagal dan masuk penjara

GENDAM GERAK LAMBAT (Project Gendam)
Untuk target type emotional dan rasional. Hanya bisa digendam dalam sesi Formal.

Dan jika dilakukan dalam sesi non formal. Maka harus dilakukan secara bertahap. Untuk melemahkan resistensi/perlawanan dan juga memperdalam pengaruh kita padanya.

Jadi ini semacam membuat suatu project tugas penaklukan. Ada perencanaan, strategi, dan jadwal pelaksanaan yang dilakukan secara sistematis dan bertahap.

Pemancaran Sugesti energi juga tidak hanya melalui satu cara. Tapi melibatkan semua cara. Baik melalui visualisasi, proyeksi pikiran, sabda, media benda, minuman, makanan, pertemuan/interaksi, dll. Jadi kepung target dari segala arah.

Gak kena sehari, ya jadikan dua hari. Gak kena dua hari, ya jadikan 7 hari, dst. Lama-lama pasti kena.

Ini mirip dengan filsafat jawa : Trisno jalaran soko kulino... cinta karena sering berinteraksi. 😁

SEMUA ORANG BISA DI HIPNOTIS & DI GENDAM
Jika dan hanya jika anda sudah membaca dengan tepat karakter Target dan melakukan strategi yang tepat sesuai karakternya.


Demikian,
dan jadilah manfaat ilmu ini untuk anda semua.

Salam

Edi Sugianto, Founder NAQSDNA
naqsdna.com l sabdasakti.com



Back To Top

Scroll to top